Spesifikasi dan Gambar Uang 100 Rupiah 1992
Bagian Depan

Perahu layar Pinisi di kiri. Lambang negara Indonesia di kanan atas.
Aksara: Latin
Tulisan:
100 BANK INDONESIA
1992
DIREKSI
GUBERNUR
DIREKTUR
SERATUS RUPIAH
PERAHU PINISI 100
PERUM PERCETAKAN UANG RI IMP. 2000
Bagian Belakang

Letusan dari pulau gunung berapi Anak Krakatau di kanan.
Aksara: Latin
Tulisan:
100 BANK INDONESIA
ANAK GUNUNG KRAKATAU
NOMOR SERI
Barangsiapa meniru, memalsukan uang kertas dan atau
dengan sengaja menyimpan serta mengedarkan uang kertas tiruan
atau uang kertas palsu diancam dengan hukuman penjara
Tanda Tangan
Gubernur Bank Indonesia : Prof. Dr. A. Mooy
Direktur Bank Indonesia : Drs. Sujitno Siswowidagdo
Fitur Pengaman
Tanda Air
Tanda Air Ki Hajar Dewantara
Benang Pengaman
Tidak Ada
Ultraviolet
Kuning dan merah (pendar UV)
Percetakan
Perum Percetakan Uang Republik Indonesia
Varian Nomor Seri
- 3 huruf 6 angka
Catatan
Warna: merah pucat dan oranye di atas cetakan dasar warna-warni. Tanggal sebenarnya terletak setelah tulisan tahun cetakan di bagian depan.
Pinisi adalah kapal layar tradisional Indonesia bertiang dua. Kapal ini masih banyak digunakan hingga saat ini untuk memancing dan transportasi angkutan barang.
Anak Krakatau adalah pulau vulkanik di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatera di provinsi Lampung, Indonesia. Pada tanggal 29 Desember 1927, Anak Krakatau muncul dari kaldera yang terbentuk akibat letusan gunung berapi dahsyat tahun 1883 yang menghancurkan pulau Krakatau.
Ditarik dari peredaran sejak 30 November 2006 dan dapat ditukarkan di Bank Indonesia selama sepuluh tahun berikutnya hingga 29 November 2016.
Tanda tangan pada uang sama untuk setiap edisi tahun: Adrianus Mooy, Sujitno Siswowidagdo.
