Koeno.Id — Bank Indonesia secara resmi menerbitkan uang kertas pecahan 100 Rupiah Seri Soedirman pada awal tahun 1969. Selain menampilkan figur pahlawan nasional pada bagian obverse, lembaran ini menyimpan pesona sejarah moneter yang sangat unik.
Oleh karena itu, bagian belakang uang kertas memuat lukisan indah fasilitas pertambangan batubara di Pelabuhan Tanjung Priok. Kebijakan visual tersebut merekam jejak penting pembangunan infrastruktur ekonomi pada masa Orde Baru.
Sisi Historis Pelabuhan Tanjung Priok dalam Visual Rupiah
Pintu Gerbang Utama Perdagangan Nasional
Pada dasarnya, Pelabuhan Tanjung Priok memegang peranan krusial sebagai pusat arus logistik Indonesia sejak era kolonial. Selanjutnya, pemerintah Orde Baru menjadikan pelabuhan ini sebagai simbol vital modernisasi dan industrialisasi energi.
Gambar derek rel serta aktivitas pemuatan batubara ke atas kapal secara tegas memancarkan denyut perdagangan nasional. Dengan demikian, ilustrasi tersebut menyampaikan pesan optimisme pemulihan ekonomi Indonesia setelah diterpa krisis.
Sintesis Militer dan Pembangunan Ekonomi
Di samping itu, pemilihan gambar pelabuhan ini menciptakan narasi visual yang sangat terstruktur dan padu. Sementara potret Jenderal Soedirman melambangkan stabilitas keamanan nasional, gambaran Tanjung Priok menegaskan visi pembangunan industri.
Bahkan, pemerintah memanfaatkan desain mata uang sebagai papan reklame mini untuk menyuarakan doktrin kemajuan bangsa. Maka dari itu, uang ini mengabadikan perpaduan sempurna antara kekuatan militer dan pertumbuhan ekonomi.
Keunggulan Teknik Cetak dan Nilai Numismatik
Ketelitian Engraver PN Pertjetakan Kebajoran
Untuk menghasilkan gambar arsitektural yang megah, para engraver handal PN Pertjetakan Kebajoran bekerja ekstra presisi. Maestro perancang seperti M. Sadjiroen dan Sajirun mengukir detail garis perspektif pelabuhan secara manual.
Hasilnya, teknik cetak offset lithography dan intaglio berhasil memunculkan detail kawasan Tanjung Priok yang sangat mengagumkan.
Daya Tarik Koleksi Tematik Sejarah
- Secara khusus, kolektor numismatik memburu pecahan ini karena mengangkat tema sejarah infrastruktur maritim nasional.
- Selain itu, keutuhan kertas bernilai tinggi pada kondisi Uncirculated menjadi target utama di pasar kolektor.
- Akibatnya, lembaran uang kuno ini tetap bernilai sejarah tinggi sebagai warisan kebanggaan seni cetak Indonesia.












