Daya Tarik Ganda: Nomor Seri Cantik 1 dan Tanda Tangan Menkeu Purbaya
Dua faktor utama berhasil memicu antusiasme para pemburu uang koleksi pada lot ini. Pertama, lembaran ini mengusung nomor seri cetakan pertama atau serial number 1, yaitu TNN000001.
Di dunia numismatik, nomor seri 000001 selalu menempati kasta tertinggi dalam hierarki nomor cantik (fancy serial numbers). Pasalnya, nomor perdana ini sangat sulit didapatkan dari peredaran umum.
Faktor kedua yang paling menyita perhatian adalah keberadaan tanda tangan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berdampingan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Nama mantan Menkeu Purbaya sempat menghebohkan publik karena masa jabatannya yang relatif singkat di kabinet.
Akibatnya, uang rupiah cetakan baru bertanda tangan beliau memiliki masa produksi yang tergolong pendek. Kondisi tersebut memicu isu kelangkaan di masyarakat, sehingga lembaran ini langsung menjadi target buruan kolektor.
Detail Spesifikasi Uang & Hasil Lelang Lot 134:
- Nama Resmi Koleksi: Indonesia, 100.000 Rupiah Soekarno Hatta Serial Number 1 (2022/2026).
- Tahun Emisi: 2022 (Cetakan 2026).
- Nomor Seri: TNN000001 (Serial Number 1).
- Tanda Tangan: Gubernur BI Perry Warjiyo & Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
- Kondisi Fisik: AUNC (About Uncirculated).
- Harga Pembukaan (Starting Bid): IDR 100.000.
- Harga Akhir (Sold Price): IDR 650.000.
- Penyelenggara Lelang: Nusantara Auction (Nusantara Auction 107).
Edukasi Numismatik: Pengaruh Fenomena TTD Pejabat dan Nomor Seri 1
Secara umum, hasil lelang Lot 134 memberi gambaran jelas mengenai dinamika psikologi pasar numismatik. Bank Indonesia sebenarnya telah menegaskan bahwa pergantian pejabat tidak memengaruhi keabsahan uang beredar.
Meskipun demikian, pasar kolektor selalu merespons cepat setiap edisi uang yang memiliki masa cetak terbatas karena pergantian figur menteri. Selain itu, penjual mencatat fisik uang ini masih berada pada grade AUNC (About Uncirculated). Kualitas kertasnya tetap segar dan bersih meski terdapat bekas penanganan minor.
Perpaduan antara nomor seri perdana 000001 dan tanda tangan Menkeu Purbaya terbukti melipatgandakan daya tariknya. Dengan demikian, nilai jual uang nominal Rp100.000 ini mampu menembus lebih dari enam kali lipat nilai nominal aslinya.
