Panduan

Apa Itu Blind Code? Memahami Dua Bintik Timbul Intaglio Uang Rp100.000 TE 2014

64
Apa Itu Blind Code

Koeno.Id — Bank Indonesia merancang uang kertas nasional dengan memperhitungkan kemandirian seluruh lapisan masyarakat. Salah satu fitur teknis paling krusial pada uang kertas Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 2014 Seri NKRI adalah blind code. Fitur kode tunanetra ini membantu penyandang disabilitas netra mengenali nilai nominal uang secara mandiri melalui rabaan jari.

Inovasi Teknis Blind Code dan Metode Cetak Intaglio

Bentuk Geometris Dua Bintik Merah

Bank Indonesia menetapkan dua bintik lingkaran berwarna merah khusus untuk menandai pecahan tertinggi Rp100.000. Fitur dua bintik ini terletak di bagian muka uang kertas.

Posisinya berada tepat di sebelah kiri gambar utama Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Penerapan kode geometris ini berlanjut dari sistem cetak emisi 2004 serta emisi 2011.

Teknik Cetak Dalam (Heavy Intaglio) Peruri

Perum Peruri memproduksi fitur bintik ini menggunakan teknik cetak dalam bertransisi tinggi (heavy intaglio). Mesin cetak menekan tinta merah tebal ke atas serat kapas seratus persen.

Proses fisika tersebut menghasilkan relief timbul yang sangat terasa kasar saat disentuh. Sensasi taktil inilah yang membedakan nominal Rp100.000 dari pecahan lainnya secara cepat.

Fungsi Ganda Bintik Lingkaran dan Keamanan Tambahan

Fitur Anti-Pemalsuan Cincin Omron

Selain berfungsi sebagai kode tunanetra, ornamen bintik juga terhubung dengan fitur keamanan anti-fotokopi modern. Bank Indonesia menyebar bintik-bintik jingga kecil berpola Rasi Cincin Omron pada permukaan kertas.

Mesin fotokopi dan mesin pemindai digital dapat mengenali pola bintik jingga tersebut secara otomatis. Sistem pemindai akan langsung memblokir proses penggandaan untuk mencegah pemalsuan uang.

Aksesibilitas Inklusif bagi Disabilitas Netra

Kehadiran blind code memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bertransaksi bagi komunitas tunanetra. Penyandang disabilitas tidak perlu bergantung pada bantuan orang lain saat meraba uang kertas. Fitur ini membuktikan komitmen bank sentral dalam menghadirkan mata uang nasional yang inklusif.

Evolusi Desain Taktil dan Nilai Koleksi Numismatik

Keterbatasan Bintik dan Transisi ke Garis Timbul

Perum Peruri dan Bank Indonesia mengevaluasi ketahanan bintik lingkaran bersama Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI). Tinggi relief bintik lingkaran cenderung menurun akibat gesekan sirkulasi harian.

Oleh karena itu, bank sentral mengganti sistem bintik dengan garis miring timbul (tactile lines) pada emisi 2016 serta 2022.

Daya Tarik Uang Rp100.000 TE 2014 di Pasar Sekunder

Perubahan desain ini menjadikan uang Rp100.000 TE 2014 Seri NKRI sebagai penutup era kode bintik lingkaran. Para kolektor numismatik memburu lembaran uang bertaraf Uncirculated (UNC) yang bintik intaglionya masih tajam. Keutuhan tekstur bintik tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kriteria grading fisik.

Exit mobile version