Koeno.Id — Dalam percakapan gaul maupun dunia jual-beli harian, masyarakat sering menggunakan kata “ori” sebagai singkatan original yang berarti barang asli. Namun, jika kita menelusuri konteks sejarah moneter tanah air, ORI artinya Oeang Republik Indonesia, yaitu mata uang resmi pertama milik negara kita.
Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan mata uang historis ini di tengah gempuran blokade ekonomi ketat kolonial Belanda. Kehadiran ORI berfungsi sebagai simbol kedaulatan politik sekaligus alat pembayaran sah pertama milik bangsa Indonesia.
Sebelum penerbitan ORI, masyarakat lokal bertransaksi menggunakan mata uang buatan Jepang serta uang Hindia Belanda. Mari kita bedah sejarah peluncuran ORI, landasan maklumat pemerintah, tokoh penandatangan, hingga perannya bagi kedaulatan bangsa.
Sejarah Momen Penerbitan Perdana Uang ORI
Di sisi lain, proses penetapan dan pencetakan uang pertama Indonesia menghadapi tantangan keterbatasan teknologi serta ancaman militer Belanda:
1. Landasan Hukum dan Tanggal Peredaran Resmi
- Maklumat Pemerintah RI: Pemerintah menetapkan penerbitan uang melalui Maklumat Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 29 Oktober 1946.
- Resmi Beredar 30 Oktober 1946: Pertama, ORI resmi beredar luas ke masyarakat pada tanggal 30 Oktober 1946 yang kini kita peringati sebagai Hari Oeang Republik Indonesia (HORI).
- Penghentian Uang Kolonial: Kedua, pemerintah secara tegas melarang penggunaan mata uang Jepang serta mata uang Javasche Bank di seluruh Nusantara.
2. Tokoh Penandatangan Lembar ORI Pertama
Selanjutnya, lembaran uang ORI emisi pertama memuat tanda tangan resmi Mister Alexander Andries Maramis (A.A. Maramis) selaku Menteri Keuangan saat itu. Tokoh pejuang ini memegang peran vital dalam merumuskan kebijakan moneter independen di awal kemerdekaan.
Fungsi Kedaulatan dan Peran Moneter Uang ORI
Tak hanya itu, penelusuran sejarah mengenai ORI artinya membuktikan peran strategis mata uang pertama dalam perjuangan diplomasi:
1. Bukti Kedaulatan Moneter Negara
Pertama-tama, penerbitan ORI membuktikan kepada dunia internasional bahwa Negara Republik Indonesia memiliki kedaulatan finansial utuh. Langkah berani ini langsung mematahkan klaim Belanda yang ingin merebut kembali wilayah kekuasaan Indonesia.
2. Alat Perlawanan Perang Moneter NICA
Selain itu, pemerintah memanfaatkan ORI untuk menekan laju inflasi parah akibat pengedaran uang kertas buatan NICA. Rakyat Indonesia secara tegas memilih menggunakan uang ORI dibanding uang NICA sebagai wujud kesetiaan pada Republik.
Transformasi ORI Menjadi Mata Uang Rupiah Modern
Meskipun demikian, dinamika politik perang kemerdekaan memaksa daerah-daerah menerbitkan uang darurat bernama ORIDA.
Pemerintah pusat kemudian menyatukan seluruh mata uang regional tersebut setelah pengakuan kedaulatan Indonesia pada akhir 1949. Langkah unifikasi ini akhirnya melahirkan mata uang resmi bernama Rupiah yang kita pakai hingga hari ini.
Penutup dan Kesimpulan Sejarah Uang Pertama
Pada dasarnya, penerbitan ORI merupakan fondasi utama bagi pembentukan sistem moneter dan perbankan di Indonesia. Peringatan Hari Oeang Republik Indonesia setiap tanggal 30 Oktober mengingatkan kita akan sejarah panjang kedaulatan moneter bangsa.
Kesimpulannya, penelusuran sejarah ORI artinya Oeang Republik Indonesia menegaskan simbol perjuangan gigih mempertahankan kedaulatan ekonomi bangsa.












