Koeno.Id — Wajah Pahlawan Nasional Raden Oto Iskandar Di Nata menghiasi bagian depan uang kertas Rp20.000 Tahun Emisi 2004. Bank Indonesia mengabadikan sosok pejuang kemerdekaan asal Jawa Barat ini sebagai penghormatan atas jasa besarnya.
Tokoh kelahiran Bandung ini memiliki julukan legendaris Si Jalak Harupat karena keberaniannya menentang pemerintah kolonial.
Kehadiran potret beliau pada mata uang nasional memproyeksikan semangat patriotisme kepada seluruh masyarakat Indonesia. Publik mengenal beliau sebagai negosiator ulung yang sangat vokal memperjuangkan hak-hak rakyat pribumi.
Jejak Perjuangan dan Kepemimpinan Politik
Pendidikan dan Aktivitas Pergerakan Nasional
Raden Oto Iskandar Di Nata menempuh pendidikan guru dan mengawali kariernya di dunia pendidikan pribumi. Beliau aktif menggerakkan organisasi Budi Utomo sebelum akhirnya memimpin organisasi kemasyarakatan Paguyuban Pasundan.
Lewat Paguyuban Pasundan, beliau memajukan sektor pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Sunda. Keberanian beliau makin mengemuka saat menjadi anggota Volksraad atau Dewan Rakyat pada era kolonial Belanda.
Peran Krusial dalam Kelahiran Republik Indonesia
Menjelang kemerdekaan, Oto Iskandar Di Nata bergabung aktif dalam keanggotaan BPUPKI dan PPKI. Beliau terlibat langsung merumuskan fondasi konstitusi serta struktur pemerintahan Republik Indonesia yang baru berdiri.
Presiden Soekarno kemudian mempercayakan jabatan Menteri Negara pertama kepada beliau untuk membentuk Badan Keamanan Rakyat. Misi berat unifikasi milisi perjuangan tersebut menjadi pengabdian terakhir beliau bagi bangsa Indonesia.
Mahakarya Engraving dan Klarifikasi Isu Ejaan
Engraver legendaris Peruri Mujirun mengukir dengan presisi tinggi potret Oto Iskandar Di Nata pada uang Rp20.000. Sang maestro berhasil menangkap raut wajah tegas dan tatapan mata berwibawa sang pahlawan nasional.
Detail ukiran peci serta jas formal menonjolkan keutangan teknik cetak dalam atau intaglio. Bank Indonesia sempat memberikan klarifikasi resmi terkait penulisan ejaan nama pahlawan pada lembaran uang kertas ini.
Penulisan nama Oto Iskandar Di Nata pada uang kertas terbukti paling akurat secara akademis. Otoritas moneter menetapkan penulisan tersebut setelah berkonsultasi langsung dengan pihak ahli waris pahlawan.
Warisan Abadi dalam Koleksi Numismatik
Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Raden Oto Iskandar Di Nata pada tahun 1973. Kini, uang kertas Rp20.000 TE 2004 menjadi artefak sejarah yang sangat berharga bagi para kolektor.
Lembaran uang ini tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar melainkan sarana edukasi sejarah bangsa. Semangat pantang menyerah Si Jalak Harupat akan terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Indonesia.
