Koeno.Id – Para kolektor wajib meningkatkan kewaspadaan saat berburu uang kertas kuno di pasar numismatik. Penjual curang sering memakai trik manipulasi fisik demi meraup keuntungan sepihak yang tinggi. Salah satu praktik licik yang paling sering merugikan pembeli adalah metode rekayasa kertas bernama pressing.
Mengenal Praktik Pressing Kertas
Praktik pressing merupakan tindakan mengepres atau menyetrika uang kertas yang semula memiliki banyak lipatan tajam. Penjual nakal biasanya membasahi uang kertas terlebih dahulu dengan cairan kimia sebelum proses penekanan berlangsung. Proses rekayasa ini bertujuan menghilangkan kerutan secara instan agar permukaan uang terlihat mulus kembali.
Dampak dan Bahaya Tersembunyi
Manipulasi fisik tersebut secara kasat mata mengubah tampilan uang bekas pakai menjadi seolah baru. Penjual curang sengaja menyamarkan kondisi asli uang lama demi mendongkrak harga jual secara tidak wajar.
Kerusakan Fisik Permanen
Tindakan pembersihan atau penekanan paksa ini sebenarnya merusak keaslian serat kain katun pada uang kuno. Proses setrika secara otomatis menghilangkan gelombang alami kertas serta mematikan tekstur cetak timbul atau intaglio.
Kehilangan Gelar EPQ
Lembaga sertifikasi internasional seperti PMG tidak menolak uang hasil setrikaan ini selama terbukti asli. Namun, uang yang lolos uji keaslian tetapi terdeteksi pernah melalui proses pressing otomatis kehilangan peluang mendapat denominasi EPQ (Exceptional Paper Quality). Akibatnya, nilai investasi jangka panjang uang kuno tersebut justru jatuh drastis di mata kolektor profesional.
Cara Mendeteksi Uang Hasil Rekayasa
Pembeli sebenarnya bisa menghindari jebakan ini dengan melakukan pemeriksaan fisik secara teliti sebelum bertransaksi. Arahkan uang kuno ke bawah sumber cahaya terang secara horizontal untuk memeriksa kerataan permukaan kertas. Uang kertas hasil pres akan terlihat datar tidak alami dan kehilangan kilau asli kertas katun.
Raba dengan lembut bagian gambar utama uang kertas untuk merasakan tekstur cetakan timbulnya. Uang hasil setrikaan biasanya terasa licin serta cenderung kaku seperti kertas biasa. Kolektor sebaiknya memilih uang kuno berkondisi asli apa adanya daripada membeli uang mulus hasil rekayasa.












