JKoeno.Id – Pameran temporer bertajuk “Iŋ Lakon: Wayang Wong Dadi Saksi” resmi dibuka sejak 3 Juni 2026 di Museum Bank Indonesia (MuBI), Jakarta. Kolaborasi bersejarah antara Keraton Yogyakarta dan Museum Bank Indonesia ini menjadi wahana edukasi yang mengupas tuntas keterkaitan erat antara mata uang kuno, perkembangan ekonomi, dan keluhuran seni budaya Nusantara di era pra-kemerdekaan. Pameran unggulan ini dijadwalkan berlangsung hingga 30 Agustus 2026 mendatang.
Nilai Estetika dan Keagungan Visual Uang Kuno Seri Wayang
Mahakarya De Javasche Bank Era 1930-an
Dalam pameran ini, fokus utama penelusuran sejarah tertuju pada koleksi uang kertas kuno terbitan De Javasche Bank (DJB) Seri Wayang yang dirilis pada era 1930-an.
Mata uang legendaris tersebut hingga kini diakui secara internasional sebagai salah satu karya uang kertas paling estetis yang pernah beredar di Indonesia. Keindahan visualnya terpancar dari ilustrasi karakter wayang orang yang begitu mendetail, halus, dan kaya akan nilai filosofis kehidupan.
Akar Visual Busana Asli Istana Keraton Yogyakarta
Keautentikan narasi sejarah moneter ini makin hidup dengan hadirnya koleksi adiluhung yang dipinjamkan langsung oleh Keraton Yogyakarta. Koleksi berupa set busana pertunjukan Wayang Wong asli karya era Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (1921–1939) dihadirkan secara fisik di ruang pameran.
Kehadiran artefak busana bersejarah yang pernah dikenakan oleh para Putra Dalem ini menjadi bukti nyata akar visual dari desain uang kertas masa lalu tersebut.
Keterkaitan Tokoh Kesatria dalam Lembaran Pecahan Kuno
Representasi Kehalusan Karakter pada Pecahan f100 dan f1000
Di antara koleksi yang menjadi sorotan utama adalah penggunaan model visual dari set Busana Arjuna asli milik Keraton Yogyakarta. Karakter Arjuna melambangkan kehalusan dan ketenangan seorang kesatria utama, di mana detail rancangannya diabadikan pada uang kertas Gulden pecahan besar, yaitu f100 dan f1000. Pengunjung dapat mengamati langsung kerumitan ragam hias prada serta ukiran khas istana yang tertera pada lembaran mata uang kuno tersebut.
Keteguhan Ornaments Gatotkaca pada Pecahan f200
Selain sosok Arjuna, dihadirkan pula set Busana Gatotkaca lengkap dengan ornamen khas kesatria dirgantara yang perkasa. Visualisasi Gagrak Yogyakarta ini terpatri abadi menjadi dasar ilustrasi uang kertas pecahan f200.
Kehadiran fisik artefak ini menegaskan bahwa mata uang di masa lalu berfungsi sebagai medium komunikasi budaya yang merekam pengakuan dunia atas tingginya peradaban seni Nusantara.
Informasi Panduan Kunjungan Pameran
Periode Acara: 3 Juni – 30 Agustus 2026
Hari & Jam Buka: Selasa – Minggu, Pukul 08.00 – 15.30 WIB
Lokasi: Ruang Tata Pamer Temporer Museum Bank Indonesia (MuBI), Jl. Pintu Besar Utara No. 3, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat (Kawasan Kota Tua)
Tiket Masuk: Gratis untuk area pameran temporer (cukup membayar tiket reguler masuk Museum BI)












