Scroll untuk baca artikel
Merawat Warisan, Menjaga Nilai
Sejarah

Mengungkap Arsip Bank Indonesia tentang Latar Belakang Desain Rp1.000 Tahun 2000 Kapitan Pattimura

61
×

Mengungkap Arsip Bank Indonesia tentang Latar Belakang Desain Rp1.000 Tahun 2000 Kapitan Pattimura

Sebarkan artikel ini
Latar Belakang Desain Rp1.000 Tahun 2000 Kapitan Pattimura

Koeno.Id — Bank Indonesia merilis uang kertas Rp1.000 Tahun Emisi (TE) 2000 pada 29 November 2000. Penerbitan lembaran baru ini bertujuan untuk menggantikan uang kertas emisi 1992 yang telah lama beredar. Langkah strategis bank sentral ini sekaligus memperbarui fitur pengamanan uang dari ancaman pemalsuan.

Simbolisme Figur Pahlawan dan Inspirasi Seni

Arsip Bank Indonesia mencatat alasan kuat di balik pemilihan figur Kapitan Pattimura pada sisi muka uang. Otoritas moneter ingin mengangkat keteladanan pahlawan nasional dari wilayah timur Indonesia.

Penelusuran Lukisan Sosok Pattimura

Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura melambangkan simbol perjuangan dan persatuan lintas kelompok masyarakat. Figur Pattimura tampil gagah memegang parang salawaku untuk memperkuat narasi patriotisme bangsa.

Ketidakpastian referensi foto asli Pattimura sempat memicu penelusuran sejarah oleh tim perancang. Bank Indonesia akhirnya merujuk pada lukisan resmi karya Christian Latuputty buatan tahun 1951.

Sentuhan Engraving Maestro Peruri

Pelukis kenamaan Perum Peruri, Maestro Mujirun, kemudian menerjemahkan lukisan tersebut ke pelat cetak baja. Mujirun mengukir wajah Pattimura menggunakan teknik hand-engraving manual dengan nol toleransi kesalahan.

Panorama Alam dan Konsep Integrasi Maritim

Sementara itu, arsip perancangan sisi belakang menampilkan lanskap geowisata Pulau Maitara dan Tidore. Bank Indonesia memilih sudut pandang khusus dari Kelurahan Fitu, Kota Ternate.

Refleksi Kekayaan Bahari Nusantara

Penambahan siluet nelayan di atas perahu menegaskan identitas Indonesia sebagai negara maritim. Komposisi ini mencerminkan konsep integrasi Nusantara yang menghubungkan sejarah perjuangan dan kekayaan alam.

Pemilihan material kertas serat kapas murni turut memperkuat daya tahan fisik lembaran Rp1.000 ini. Kombinasi warna hijau dominan dengan aksen violet menciptakan identitas visual yang mudah dikenali masyarakat. Lewat perpaduan nilai sejarah dan teknik cetak intaglio, Bank Indonesia berhasil menghadirkan mahakarya moneter yang ikonik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *