Koeno.Id — Bank Indonesia menerbitkan uang kertas 25 Rupiah emisi 1959 Seri Bunga Teratai pada periode pasca-kemerdekaan. Dalam penerbitan emisi penting ini, otoritas moneter menggandeng perusahaan pencetak uang asal Inggris.
Perusahaan legendaris tersebut adalah Thomas De La Rue and Company Limited London. Keputusan ini diambil karena percetakan dalam negeri saat itu belum memiliki teknologi mumpuni.
Oleh karena itu, kerjasama internasional ini berhasil melahirkan lembaran uang dengan standar estetika sangat tinggi.
Keunggulan Seni dan Detail Cetakan Thomas De La Rue
Komposisi Visual Flora dan Fauna Nusantara
Pada dasarnya, Thomas De La Rue menerapkan keahlian tingkat tinggi dalam merancang fisik uang kertas ini. Para seniman grafis Inggris mengombinasikan elemen flora dan fauna khas Nusantara dengan sangat anggun.
Selanjutnya, sisi muka uang kertas menonjolkan estetika bunga teratai merah yang mekar indah. Sementara itu, sisi belakang menampilkan ilustrasi dua burung bangau dekat rumah panggung.
Inovasi Teknis Presisi Cetakan Inggris
Selain keindahan ilustrasi visual, cetakan Thomas De La Rue menyimpan beberapa keunggulan teknis:
- Perpaduan Warna Halus: Percetakan menggunakan teknik multi-color underprint berbahan warna hijau, biru, dan merah muda.
- Presisi Garis Ukiran: Selain itu, arsiran tipografi dan bingkai luar uang tampak sangat tajam serta tidak kabur.
- Keharmonisan Dimensi: Bahkan, ukuran fisik 142 x 73 mm terasa sangat proporsional di tangan masyarakat.
Integrasi Fitur Keamanan Canggih pada Cetakan
Proteksi Maksimal Terhadap Pemalsuan
Di samping estetika visualnya, Thomas De La Rue menyematkan teknologi keamanan tingkat tinggi pada masa itu. Bank Indonesia memprioritaskan fitur keamanan canggih untuk melindungi integritas Rupiah dari pemalsuan.
Oleh sebab itu, produsen menanamkan tanda air Garuda Pancasila langsung di dalam serat kertas. Di samping itu, lembaran dilengkapi benang pengaman kuning solid yang melintang rapi.
Pemicu Transfer Teknologi dan Kemandirian Cetak Nasional
Pelajaran Berharga dari Industri Sekuritas Eropa
Kerjasama dengan Thomas De La Rue tidak hanya menghasilkan lembaran uang kertas yang indah. Selain itu, kolaborasi luar negeri ini menjadi pemicu penting bagi pembangunan kapasitas percetakan domestik.
Pemerintah Indonesia menyadari pentingnya kedaulatan penuh atas produksi mata uang nasional. Oleh karena itu, pengiriman seniman dan teknisi lokal ke Eropa mulai dilakukan secara bertahap.
Pondasi Utama Pendirian Perum Peruri
Pengalaman mencetak emisi Seri Bunga di Inggris membawa dampak jangka panjang bagi sistem moneter:
- Adopsi Standar Internasional: Indonesia belajar menerapkan pengawasan mutu kertas dan tinta sekuritas secara ketat.
- Pengembangan Percetakan Kebayoran: Selanjutnya, fasilitas lokal terus dipermodern demi mengimbangi keahlian pihak luar.
- Cikal Bakal Peruri: Proses transisi pengetahuan ini akhirnya melahirkan Perum Peruri sebagai produsen mandiri.
Warisan Mahakarya di Pasar Numismatik Indonesia
Daya Tahan Kertas dan Tinta Lintas Zaman
Dampaknya, hasil keahlian Thomas De La Rue menjadikan emisi 1959 sebagai salah satu seri uang kertas tercantik. Kualitas kertas dan ketahanan tinta buatan London terbukti bertahan lama melewati lintas zaman.
Oleh karena itu, para kolektor numismatik gencar memburu lembaran berkualitas mulus di pasaran.
Simbol Supremasi Karya Kertas Berharga
Kesimpulannya, sentuhan dingin Thomas De La Rue London sukses mengabadikan identitas alam Indonesia dalam mahakarya kertas berharga. Karya ini terus dipelajari sebagai saksi bisu kemajuan teknologi percetakan sekuritas masa lalu.
