Koeno.id — Bank Indonesia secara resmi merilis Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 RI) pecahan Rp75.000 emisi 2020. Tentu saja, penerbitan ini menjadi momentum penting dalam sejarah moneter nasional. Oleh karena itu, bank sentral segera menerapkan aturan pengedaran secara ketat untuk masyarakat.
Mekanisme Pengedaran dan Arti Kuota 75 Juta Bilyet
Pada tahap awal, BI membatasi kuota cetak edisi khusus ini sebanyak 75 juta bilyet saja. Perlu diketahui, istilah bilyet berarti lembar uang kertas. Jumlah 75 juta lembar tergolong sangat terbatas jika dibandingkan total populasi Indonesia.
Oleh sebab itu, otoritas moneter terus mengatur akses penukaran uang peringatan ini secara bertahap:
- Tahap Awal: Pertama, masyarakat hanya boleh menukarkan satu lembar uang menggunakan satu KTP.
- Perluasan Akses: Selanjutnya, BI menggandeng jaringan perbankan umum untuk membantu distribusi.
- Pelonggaran Kuota: Akhirnya, publik diizinkan menukarkan hingga 100 lembar per hari untuk satu KTP.
Penukaran Kolektif dan Distribusi Wilayah 3T
Sementara itu, guna mempercepat sirkulasi uang, BI membuka saluran penukaran secara kelompok. Lembaga swasta maupun organisasi publik sanggup mengajukan permohonan penukaran kolektif.
Di samping itu, bank sentral turut memastikan distribusi uang menyasar wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Tata Cara Penukaran Lewat Aplikasi PINTAR
Selain layanan kelompok, masyarakat juga harus mematuhi alur penukaran mandiri berikut:
- Pendaftaran Online: Pemesan wajib memilih lokasi serta jadwal melalui aplikasi PINTAR BI.
- Persyaratan Wajib: Pemesan harus membawa bukti cetak pendaftaran beserta KTP asli saat penukaran.
Status Legal Tender dan Potensi Numismatik
Pada kenyataannya, meskipun layanan penukaran resmi telah selesai, status hukum uang tersebut tetap berlaku sah.
Pemerintah menjamin seluruh lembaran UPK 75 RI sebagai alat pembayaran transaksi harian. Akibatnya, masyarakat maupun pedagang tidak boleh menolak penggunaan uang khusus ini.
Daya Tarik Koleksi di Pasar Sekunder
Lebih lanjut, kuota 75 juta lembar berhasil mendorong antusiasme tinggi di kalangan kolektor numismatik:
- Nomor Seri Unik: Pasalnya, lembaran bernomor seri cantik kini menjadi buruan di bursa lelang.
- Aset Peringatan: Singkatnya, keberadaan uang ini sukses menjadi memorabilia bersejarah sekaligus instrumen koleksi.
Maka dari itu, aturan pengedaran dari Bank Indonesia berhasil menjaga keteraturan sirkulasi UPK 75 RI sampai sekarang.












