Koeno.Id – Gelaran lelang bergengsi Syailendra Auction PRESTIGE #41 yang berlangsung secara live pada Minggu malam, 21 Juni 2026, mencatatkan pencapaian luar biasa untuk dunia numismatik tanah air. Sebuah uang kertas kuno pecahan 5 Rupiah Seri Budaya tahun 1952 sukses diperebutkan para kolektor papan atas hingga menyentuh harga ketok palu final sebesar IDR 3.100.000. Angka tersebut melonjak drastis dari harga pembuka (starting bid) yang hanya senilai IDR 200.000.
Tingginya antusiasme serta nilai jual meroket dari uang kertas ini didorong oleh status kelangkaannya yang sangat istimewa, yaitu sebagai item dengan predikat “Top Pop” (Top Population) yang di dapat dari laman resmi Paper Money Guaranty (PMG).
Kondisi fisik uang kuno dengan nomor seri fisik 5QN 24167 ini dinilai berada pada tingkat kesempurnaan tertinggi untuk jenisnya. Lembaran uang kertas kuno ini meraih grade PMG 67 EPQ (Exceptional Paper Quality) dengan kategori Superb Gem Uncirculated. Berdasarkan statistik resmi PMG Census, hanya ada 39 lembar uang pecahan 5 Rupiah Budaya 1952 di seluruh dunia yang berhasil mencapai grade tinggi 67 EPQ ini. Hebatnya lagi, tercatat angka 0 (nol) untuk tingkat kelulusan yang lebih tinggi (In Higher Grades: 0). Hal ini menegaskan bahwa lembaran ini adalah spesimen dengan kondisi fisik terbaik yang pernah ada dan tercatat dalam sejarah pengetesan PMG di dunia.
Informasi Sensus & Spesifikasi Lot 52:
- Nama Koleksi: Indonesia, Bank Indonesia – 5 Rupiah Seri Budaya 1952
- Nomor Seri / Registrasi: S/N QN24167 (Nomor Seri Fisik: 5QN 24167)
- Pencetak Resmi: Thomas De La Rue & Co. Ltd. (TDLR)
- Tanda Air (Watermark): Garis Bergelombang (Wavy Lines)
- Sertifikasi Kualitas: PMG 67 EPQ (Superb Gem Unc)
- Statistik Populasi PMG: Berada di Grade 67 EPQ (39 Lembar) | Grade di Atasnya (0 Lembar)
- Status Kelangkaan: 👑 Top Pop (Kondisi Fisik Tertinggi di Dunia)
- Hasil Akhir Lelang: Terjual IDR 3.100.000 (Starting Bid: IDR 200.000)
Keunikan fisik uang kertas ini juga terlihat jelas melalui dokumentasi visual dua sisi yang ditampilkan. Pada bagian depan, uang ini menampilkan estetika kebudayaan Indonesia berupa potret seorang wanita berkebaya yang anggun lengkap dengan konde tradisional. Sementara pada bagian belakang, keindahan visualnya diperkuat oleh motif hiasan ornamen ukiran simetris yang membingkai ilustrasi sepasang naga atau ular tradisional khas nusantara yang melingkar elegan di sisi kiri dan kanan bawah, mengapit teks hukum serta nominal angka 5.
Para kurator dan kolektor senior mengemukakan bahwa kombinasi antara desain bernilai seni tinggi buatan Thomas De La Rue (TDLR) Inggris, kelangkaan mutlak tanpa adanya saingan grade yang lebih tinggi (In Higher Grades: 0), serta jaminan orisinalitas komponen kertas bawaan pabrik (EPQ) menjadikannya sebuah mahakarya investasi moneter yang sangat solid. Hasil gemilang di Syailendra Auction PRESTIGE #41 ini diproyeksikan akan semakin mengukuhkan posisi uang kuno bersertifikat internasional sebagai instrumen aset koleksi yang bernilai ekonomi sangat tinggi di masa depan.












