Kabar Utama

Peluncuran Uang Kertas Rp20.000 TE 2004 Bergambar Oto Iskandar Di Nata oleh Bank Indonesia

74
Peluncuran Uang Kertas Rp20.000 TE 2004 Bergambar Oto Iskandar Di Nata

Koeno.Id — Bank Indonesia meluncurkan secara resmi uang kertas pecahan Rp20.000 Tahun Emisi 2004 pada tanggal 29 Desember 2004. Otoritas moneter menerbitkan uang kertas ini untuk memperbarui standar ukuran fisik mata uang nasional.

Langkah strategis ini sekaligus menggantikan dominasi desain emisi 1998 yang telah memasuki batas masa edar optimal. Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah memimpin langsung acara pengenalan instrumen pembayaran baru tersebut. Kehadiran pecahan anyar ini menandai awal era modern dalam arsitektur keamanan uang rupiah.

Penghormatan Sejarah dan Kekayaan Budaya

Potret Pahlawan Nasional Si Jalak Harupat

Bank sentral memilih wajah Pahlawan Nasional Raden Oto Iskandar Di Nata sebagai ornamen utama bagian depan uang. Figur pejuang kemerdekaan asal Jawa Barat ini memproyeksikan karakter ketegasan serta integritas patriotik bangsa.

Engraver legendaris Peruri Mujirun mengukir langsung pelat baja master potret pahlawan berjuluk Si Jalak Harupat ini. Sentuhan artistik sang maestro menghasilkan wujud ukiran wajah yang sangat detail dan presisi.

Pesona Agrikultur Perkebunan Teh Jawa Barat

Bagian belakang uang menyajikan keindahan lanskap alam berupa dua orang pemetik teh di dataran tinggi Jawa Barat. Visualisasi ini mengangkat narasi penting mengenai kontribusi sektor pertanian terhadap fondasi perekonomian nasional. Perpaduan harmonis warna hijau teal dan oranye memberikan rona estetika visual yang sangat menawan.

Inovasi Fitur Sekuriti Modern dan Aksesibilitas

Bank Indonesia menyematkan berbagai teknologi pengaman tercanggih untuk menangkal ancaman kejahatan pemalsuan uang. Pecahan ini menggunakan benang pengaman anyaman lebar serta fitur tinta berubah warna Optically Variable Ink.

Selain itu, nomor seri teleskopik asimetris turut memperkuat sistem identifikasi keaslian lembaran uang. Penerbitan uang emisi 2004 ini juga membawa perubahan besar dalam standar inklusivitas sosial.

Bank sentral menerapkan kode taktil khusus atau blind code demi membantu penyandang disabilitas netra mengenali pecahan nominal. Desain yang ramah penyandang disabilitas ini menegaskan komitmen otoritas moneter terhadap kesetaraan akses layanan publik.

Langkah Inovatif Penerbitan Uncut Banknotes

Bersamaan dengan emisi reguler, Bank Indonesia meluncurkan edisi khusus berupa uang kertas tidak dipotong atau Uncut Banknotes. Bank sentral merilis varian dua lembar dan empat lembar bersambung dalam kuota pencetakan yang sangat terbatas.

Kebijakan langka ini berhasil memicu antusiasme tinggi di kalangan kolektor dan investor numismatik tanah air. Hingga kini, lembaran pecahan Rp20.000 TE 2004 tetap menjadi aset bersejarah yang bernilai tinggi.

Exit mobile version